Kejari Kabupaten Pasuruan Masih Mendalami Keterlibatan Tersangka Lain

PASURUAN, Harnasnews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan pada benerapa waktu lalu menetapkan status tersangka kepada dua orang yang tak lain, Haji Samud dan Stefanus dalam kasus dugaan pengerukan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Diketahui bahwasannya kasus dugaan pengerukan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan telah menelan korban 2 (Dua) orang bos besar, yakni H. Samud juragan sirtu asal Bulusari, Kecamatan Gempol dan Stefanus, warga Surabaya pada hari kamis 17 Desember 2020.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra membenarkan terkait penahanan kedua tersangka, dan akan melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

“Memang sudah dilakukan penahana terhadap kedua tersangka, saat ini masih dilakukan pendalam terkait kasus tersebut,” ujar Denny.

Ditangkapnya kedua tersangka merupakan pengembangan dari dua orang yang juga disebut-sebut mengambil keuntungan pribadi dari TKD Bulusari, yakni Yudono selaku mantan Kepala Desa, dan Bambang Nuryanto selaku mantan ketua BPD yang sudah dijebloskan terlebih dahulu kepenjara. 

“Kami masih fokus untuk menyelesaikan penyidikan dua tersangka, yakni Samud dan Stefanus, Yang jelas, kemungkinan (ada tersangka lain, red), masih ada,” imbuh Kasi Pidsus.

Kedua tersangka diduga mengeruk tanah kas desa sejak lama, namun  benar-benar baru aktif sekitar 2017, Imbas hal itu kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar, tersangka H. Samud ditahan di Lapas Pasuruan Kota, Sementara tersangka Stefanus dititipkan di Rutan Medaeng Surabaya.(Hid)

Leave A Reply

Your email address will not be published.