Pemkab Bojonegoro Melalui Dinas PKP Cipta Karya Langkah Menggelar Pembina HIPPAM

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada akhir Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

“Kita harus siap, bukan hanya secara teknis tetapi juga manajerial. Kekeringan ini bisa berdampak luas jika tidak diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian strategi di tingkat desa, mulai dari pengelolaan air hingga pola tanam masyarakat.

Prioritas utama, kata dia, adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan konsumsi warga tetap aman.

“Jika kemarau panjang terjadi, pengelolaan air harus lebih bijak. Cadangan air minum harus diprioritaskan, dan pola tanam perlu disesuaikan. Kunci keberhasilan ada pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” imbuhnya.

Diskusi interaktif pun digelar untuk menyerap berbagai persoalan teknis yang dihadapi di lapangan.

Mulai dari keterbatasan sumber air, infrastruktur, hingga manajemen distribusi menjadi perhatian bersama.

Melalui pembinaan ini, Pemkab Bojonegoro berharap seluruh pengelola HIPPAM di tingkat desa semakin siap menghadapi tantangan kekeringan.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis menjaga ketahanan air dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di tengah ancaman El Nino 2026. (Prokopim)(SH).

Leave A Reply

Your email address will not be published.