Presiden RI Prabowo Subianto Resmi Menyalurkan Bantuan 200 unit Becak listrik wilayah Bojonegoro

BOJONEGORO,Harnasnews – Di tengah riuh knalpot kendaraan modern, sebuah perubahan besar hadir menyapa para pejuang aspal di Bojonegoro yang rambutnya telah memutih.

Pada Selasa, 10 Maret 2026, menjadi lembaran sejarah baru yang mengharukan di sudut-sudut jalanan Bojonegoro.

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menyalurkan bantuan 200 unit becak listrik khusus untuk para penarik becak lansia di wilayah Bojonegoro.

Melalui tangan dingin Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), bantuan pribadi sang Presiden ini bukan sekedar mengganti armada lama.

Ini adalah misi kemanusiaan agar para lansia di Bojonegoro bisa tetap mencari nafkah dengan lebih ringan, aman, dan tetap bermartabat tanpa harus menguras tenaga fisik yang kian merapuh.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat Sadikun, penarik becak berusia hampir 80 tahun, mencoba mengemudikan kendaraan barunya.

Pria yang biasanya membawa pulang Rp20.000 hingga Rp40.000 sehari ini tak kuasa menahan air mata.

Selama puluhan tahun, betis renta Mbah Sadikun harus beradu dengan beban berat dan jalanan menanjak.

Kini, cukup dengan sentuhan teknologi listrik, ia bisa meluncur dengan tenang.

“Terima kasih Bapak Prabowo, Bupati Bojonegoro, dan Yayasan GSN. Semoga beliau semua selalu sehat dan diparingi rezeki yang banyak,” ucapnya lirih.

Nasib serupa dirasakan Ngadimin. Baginya, becak listrik ini adalah “mukjizat” kecil di masa tua.

Ia tak perlu lagi terengah-engah melawan napas yang makin pendek saat membawa penumpang.

Penyaluran bantuan ini semakin meriah dengan aksi konvoi bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

Menyusuri ruas jalan kota bersama jajaran Forkopimda, suasana hangat menyatukan pemimpin dan rakyat jelata.

Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi setinggi langit atas perhatian luar biasa Presiden Prabowo terhadap warga Bojonegoro. Ia pun melihat peluang besar di balik bantuan ini.

“Selain meringankan beban pengemudi, becak listrik ini sangat ramah lingkungan. Kami melihat potensi besar untuk mengembangkannya sebagai bagian dari transportasi wisata lokal di Bojonegoro,” tutur Setyo Wahono.

Bagi masyarakat Bojonegoro, 200 unit becak listrik ini adalah simbol bahwa negara hadir dan tidak melupakan mereka yang bekerja di sektor paling bawah.

Di usia senja, para penarik becak ini kini punya harapan baru, menjalani hari dengan langkah yang lebih ringan dan hati yang jauh lebih tenang. (Prokopim)(SH).

Leave A Reply

Your email address will not be published.