
RKPD 2027, Pemkab Sampang Dorong Produktivitas Pengolahan Hasil Tani
Terkait angka kemiskinan yang masih menjadi tantangan di angka 20,44%, ia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah intervensi yang lebih presisi.
Selain itu, jugamelakukan evaluasi mendalam. Penurunan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Di tahun 2027, fokus pada intervensi tepat sasaran di lima kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi.
“Data penyasaran bantuan akan kita perbaiki total melibatkan desa dan BPS agar tidak ada lagi bantuan yang salah alamat,” imbuh Hj. Umi Hanik.
Sementara, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, dalam sambutannya memperkuat narasi yang disampaikan Bappelitbangda.
“Tantangan pendanaan akibat pengurangan dana transfer pusat menuntut kreativitas birokrasi. Paparan Kepala Bappelitbangda tadi sangat jelas mengenai tantangan kita,” ujarnya.
H. Slamet Junaidi juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer.
“Kita harus jemput bola lewat investasi dan skema kerjasama badan usaha. Mari kita ubah hambatan ini menjadi peluang untuk Sampang lebih mandiri,” pungkasnya.
Untuk sekadar diketahui, acara yang berlangsung khidmat di bulan Ramadhan ini, ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan Musrenbang sebagai dasar penyusunan RKPD tahun 2027. (suf)
