Rupiah Sentuh 14.025 per Dolar AS, IHSG Menguat Terbatas

IHSG

JAKARTA, Harnasnews.com – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal perdagangan saham, Senin (28/1).

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin pekan ini, IHSG naik tipis 6,05 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.488,90. Kemudian IHSG masih naik terbatas 8,09 poin atau 0,12 persen ke 6.496. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,11 persen ke posisi 1.024,69. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 174 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 80 saham melemah dan 155 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.501 dan terendah 6.483.

Total frekuensi perdagangan saham 51.584 kali dengan volume perdagangan 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 847 miliar. Investor asing lepas saham Rp 28,69 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.025.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham tambang naik 0,74 persen. Sektor saham industri dasar menguat 0,59 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 0,50 persen.

Sektor saham aneka industri turun 0,68 persen. Sektor saham infrastruktur terpangkas 0,17 persen dan sektor saham keuangan turun 0,05 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham YPAS naik 18,94 persen ke posisi Rp 785 per saham, saham ETWA melonjak 17,07 persen ke posisi Rp 87 per saham, dan saham NATA mendaki 7,98 persen ke posisi Rp 460 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham IPCM merosot 8,89 persen ke posisi Rp 410 per saham, saham KLBV turun 7,69 persen ke posisi Rp 480 per saham, dan saham TINS merosot 6,39 persen ke posisi Rp 1.240 per saham.

Bursa saham Asia pun sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,48 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,10 persen, indeks saham Shanghai menanjak 0,89 persen.

Selain itu, indeks saham Singapura menguat 0,41 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,42 persen.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.