iklan

Sidang Kasus ITE Oknum anggota DPRD Sumbawa, Ini Kesaksian Dr. Adnan di Pengadilan

Nasional

SUMBAWA,Harnasnews.com – Kasus ITE “Aan Gaitan” yang melibatkan terdakwa lelaki GHC (31) oknum anggota DPRD Sumbawa, kembali dihelar diruang sidang Candra secara terbuka (Offline) Kamis (10/06).

Sidang tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Ricki Zulkarnaen SH MH dengan hakim anggota I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH dan Reno Hanggara SH didampingi Panitera Pengganti Heri Trianto. Dengan agenda sidang memberikan kesempatan kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumbawa diwakili Jaksa Rika Ekayanti SH MH mengajukan ahli bahasa.

Selesai disumpah sesuai dengan keahliannya Doktor Adnan ahli bahasa dari Universitas Samawa (UNSA) ketika menjawab sejumlah pertanyaan majelis hakim maupun tim JPU, terutama berkaitan dengan cuitan status postingan terdakwa GHC dalam akun facebooknya “Aan-Gaitan” pada 2 Oktober 2020 lalu sekitar pukul 11.35 Wita, dengan pernyataannya yang dinilai mendiskreditkan dan mencemarkan nama baik saksi korban Sudirman S.IP Calon Wakil Bupati Sumbawa dari jalur perseorangan (Indeenden) Sumbawa Bersinar Nomor Urut (3), membuat Sudirman didampingi kuasa hukumnya Advocat Surachman MD SH MH menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian pada 3 Oktober 2020, jika dilihat dari segi etika bahasa dinilai sangat merugikan korban, apalagi saat itu dimasa tahapan kampanye Pilkada Sumbawa.

Apalagi ketika menelaah kalimat akhir dari postingan GHC yakni – “Beda tuh ama calon yang katanya selalu bilang rekam jejak, gak bisa beli partai, yang selalu bilang ada mahar politiknya. LHKPNnya sendiri mendekati 12 M, angka yang buat saya geleng2 kepala untuk seorang mantan komisioner KPUD Kabupaten semata. Semoga aja dapatnya lurus”, Doktor Adnan menilai pernyataan tersebut seakan-akan apa yang didapat oleh saksi korban (Sudirman S.IP) itu tidak benar (Ilegal), tandasnya.

Usai mendengarkan keterangan ahli bahasa Doktor Adnan, terdakwa GHC ketika dimintakan tanggapannya atas keterangan ahli oleh Majelis Hakim, tidak banyak berkomentar dan menyatakan tidak tahu, sehingga sidangpun dianggap cukup dan majelis hakimpun mengetuk palu sebagai pertanda sidang berakhir dan akan dilanjutkan pekan depan untuk memberikan kesempatan kepada tim JPU mengajukan tiga saksi ahli lainnya.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa Hendra SS SH seusai sidang kepada awak media menyatakan pada sidang kamis pekan depan, tim JPU akan mengajukan tiga ahli lainnya kedepan persidangan yakni ahli pidana, ahli ITE dan ahli laboratorium forensik, sehingga pekan depan diharapkan pemeriksaan seluruh saksi terkait dan ahli dapat dituntaskan sesuai dengan jadwal dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa serta berikutnya pembacaan tuntutan tim Jaksa,”singkatnya.(Herman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.