Sstt, Bos Parpol Tarik Ulur di Hotel Berbintang Posisi AKD di DPRD

Di Grup What's Up Dewan Mulai Desak Percepatan AKD

JAKARTA, Harnasnews.com – Arah politik di DPRD DKI makin tidak menentu. Paripurna wagub yang tidak kunjung digelar, penetapan pimpinan yang belum juga rampung, hingga pembagian komposisi AKD yang kabarnya alot.
Kabarnya, untuk menghindari sorotan publik pembahasan pun dilakukan disejumlah hotel berbintang di Jakarta.

Sumber Harnasnews.com menyebutkan, pembagian pimpinan Komisi menjadi persoalan utama. Sebab,ada parpol ynag masih ngotot untuk menduduki posisi ketua komisi tertentu.
“Pembahasan sudah beberapa kali deadlock untuk penentuan ketua komisi di DPRD. Sehingga perlu komunikasi yang lebih intens lagi antara pimpinan parpol. Pasti akan selesai dalam waktu cepat,” ujar sumber tersebut.

Pembahasan AKD dihadiri bos parpol di Jakarta. Pertemuan pun, kerap dilakukan di hotel berbintang di Jakarta.”Setiap pertemuan selalu di hotel. Tapi wajar lah kan mereka ketua partai di Jakarta,” ujarnya.
Kabar yang berseliweran, jika saat ini sejumlah ketua komisi sudah bakal diplot. PDIP dan Gerindra, hampir dipastikan bakal menempati ketua komisi E (Gerindra) dan D (PDIP).

Namun, untuk PKS, Demokrat dan PAN kabarnya masih akan memperebutkan Komisi A,B dan C.
“Tidak menutup kemungkinan akan cepat pembahasan. Bersamaan pimpinan dewan, bisa akan selesai,” bebernya.
Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono menolak jika dikatakan pembahasan AKD mengalami deadlock. “Tidak ada yang alot kok, semua berjalan lancar,” ujar Gembong.

Menurutnya, untuk komisi D dan E yang akan bertukar tempat dengan Gerindra. Politisi PDIP itu mengungkapkan jika pembahasan masih berjalan normal.”Yah masih komunikasi,” bebernya.

Seperti diketahui, dalam aturannya alat kelengkapan dewan seperti tertuang dalam PP 12 tahun 2018, Pasal 120 ayat 1 alat kelengkapan dewan harus dibentuk paling lambat satu bulan setelah pelantikan dewan baru.

“Untuk pembahasan pimpinan partai saya tidak mengetahui jika ada pertemuan membahas AKD. Sebab itu merupakan domain pimpinan partai,” ujar wakil ketua fraksi Gerindra, S Andika.

Menurut Andika, secara formal DPRD DKI masih terfokus dalam pembasahan tatib. Tentunya, setelah tatib disahkan, maka akan dilanjutkan dengan pembentukan AKD. Namun, ditengah proses yang masih berlangsung, sejumlah fraksi di grup what’s up kabarnya menginginkan adanya percepatan pembentukan AKD.

“Jadi kalau ada temen-temen yang menginginkan pembentukan AKD cepat, kembali lagi kepada tatib dewan. Karena itu akan mengatur komposisi dan tata cara pembagian kursi AKD,” jelasnya.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.