Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Melakukan Sidak di Sejumlah Titik Aliran Drainase

Sementara itu, temuan paling krusial terjadi di Jl. Hasanuddin.

Aliran air yang seharusnya mengarah ke utara menuju Bengawan Solo justru berbalik ke selatan, mengalir ke kawasan Panglima Sudirman.

Kondisi ini disebut menjadi penyebab utama genangan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Di Perumahan Buyut Pani, hambatan aliran air juga memperparah situasi.

Saluran yang tersumbat membuat proses pembuangan air berjalan lambat, sehingga air mudah meluap ke pemukiman warga.

Wakil Bupati Nurul Azizah menyimpulkan, persoalan banjir di Bojonegoro tidak lepas dari dua faktor utama, yakni sedimentasi parah yang menyebabkan pendangkalan saluran, serta dimensi drainase yang tidak lagi memadai untuk menampung debit air.

“Kami melihat langsung di lapangan, aliran air tidak berjalan normal. Ada pompa yang menyala tapi tidak kuat, bahkan ada aliran yang berbalik arah. Ini harus segera dibenahi,” tegas Wabup.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Bojonegoro akan segera menggelar rapat koordinasi teknis bersama seluruh OPD terkait.

Fokusnya adalah merumuskan solusi konkret untuk mengatasi kendala yang ada, sekaligus memastikan target ambisius bebas banjir di tahun 2026 dapat tercapai. (Prokopim)(SH).

Leave A Reply

Your email address will not be published.