Warga Pengangsaan Ngeluh Data Bansos Amburadul Hingga Persoalan PTSL ke Desie (Demokrat)

JAKARTA,Harnasnews.com – Meski sudah berjalan hampir satu tahun, bansos covid 19 yang ada di Jakarta masih saja menyisakan persoalan.
Yang paling mencolok, permasalahan data penerima bansos yang masih amburadul. Sehingga berdampak pada pembagian sembako kepada masyarakat menjadi tidak merata.

Hal itulah yang dikeluhkan warga Kelurahan Pengangsaan, Jakpus. Dalam pelaksanaan menyerap aspirasi masyarakat (reses) yang dilakukan anggota dewan dari Demokrat, Desie Cristhiyana Sari di delapan RW, yakni di RW 01,02,03,04,05,06,07 dan 08.

“Di dapil saya, mayoritas masyarakat mengeluhkan permasalahan data penerima bansos covid 19 yang hingga kini masih berantakan. Padahal rencananya bansos sembako covid 19 akan berubah menjadi BLT (bantuan langsung tunai),” ujar Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI itu menirukan ungkapan warga Kelurahan Pengangsaan, Jakpus, Rabu (16/12).

Belum lagi, lanjut anggota Komisi B DPRD DKI adanya persoalan keluhan warga lansia yang belum menerima bantuan. Sehingga menimbulkan, rasa saling iri hati di masyarakat karena merasa dianak tirikan oleh pemerintah.”Kita harapkan di awal tahun ada perbaikan untuk data penerima kartu lansia. Ini harus menjadi catatan atau peer bagi pemda agar masyarakat benar-benar mendapatkan haknya,” beber anggota DPRD yang sudah dua periode duduk di Kebon Sirih itu.

Keluhan warga pun berlanjut, yakni kepastian program PTSL. Disarankan politisi berkulit putih itu, agar warga berkoordinasi dengan RT dan RW setempat.

Termasuk, persoalan dengan gambar tata bidang. Karena, banyak masyarakat yang belum juga menerima gambarnya. Sehingga kesulitan mendaftarkan untuk PTSL.”Kita harapkan ada langkah nyata pemerintah terkait dengan program PTSL.

Karena banyak warga yang sudah diukur tanahnya. Tapi hingga saat ini belum ada kabar realisasi terhadap program tersebut,” tutupnya.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.