Harianto, Sineas Muda Kediri di Balik Rencana Film Layar Lebar “Patung Macan Putih”

KEDIRI, Harnasnews  — Nama Harianto kembali mencuri perhatian. Sineas muda asal Kediri ini bersiap menorehkan karya terbarunya dengan mengangkat fenomena Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, ke dalam film layar lebar. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Harianto sebagai kreator lokal yang konsisten mengolah cerita daerah menjadi karya sinema bernilai.

Patung Macan Putih yang sempat viral dan memicu perbincangan luas di media sosial, menarik perhatian Harianto bukan semata karena kontroversinya, tetapi karena dampak sosial yang ditimbulkan di tengah masyarakat. Bagi sutradara film Pekat (Pejuang Kampung) 1 dan 2 ini, fenomena tersebut menyimpan narasi kuat yang layak diangkat secara serius.

“Hadirnya Patung Macan Putih bukan hanya soal karya seni, tetapi juga bagaimana masyarakat bereaksi, beradaptasi, bahkan berubah. Di situlah cerita film ini akan dibangun,” ujar Harianto.

Dalam proyek terbarunya ini, Harianto akan berkolaborasi dengan Donny Novianto dari Mediagram Jatim. Film Patung Macan Putih direncanakan mulai digarap tahun ini dan diproyeksikan tayang dalam waktu dekat. Sejak awal, Harianto menegaskan dirinya ingin menghadirkan film yang berakar pada nilai budaya leluhur, relasi manusia, serta pesan moral yang kuat.

Sebagai sutradara, Harianto dikenal konsisten mengangkat cerita lokal dengan pendekatan realis dan sosial. Melalui film ini, ia ingin membuktikan bahwa kisah dari desa mampu berbicara di panggung yang lebih luas, bahkan berpotensi menjadi legenda modern.

“Viral itu hanya pemantik. Tujuan saya adalah menciptakan karya yang tahan lama, punya nilai budaya, pesan moral, serta berdampak bagi sosial dan ekonomi masyarakat,” tegas Harianto.

Ia juga melihat film Patung Macan Putih sebagai peluang besar bagi Kediri. Tidak hanya sebagai tontonan, film ini diharapkan mampu mengangkat citra daerah, membuka ruang ekonomi kreatif, serta memperkuat identitas budaya lokal melalui medium perfilman.

Dukungan datang dari Kepala Desa Balongjeruk, Syafi’i, yang menyambut positif langkah Harianto. Ia menilai pengangkatan Patung Macan Putih ke layar lebar akan menjadi cara efektif untuk mengenalkan sejarah dan makna di balik patung tersebut.

“Saya bangga dan mendukung. Lewat film, cerita Patung Macan Putih bisa disampaikan lebih utuh dan bermakna,” ujar Syafi’i.

Dengan proyek ini, Harianto tidak hanya mengangkat kisah Patung Macan Putih, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai sineas muda Kediri yang berani, konsisten, dan visioner dalam mengolah cerita lokal menjadi karya nasional. (Giga)

Leave A Reply

Your email address will not be published.