iklan

Kasie Humas Polrestro Bekasi Kota: Kasus Dugaan Penipuan TKK Masih Didalami

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Polemik dugaan penipuan calon TKK di lingkungan Pemkot Bekasi. Ironisnya hal tersebut juga diduga melibatkan mantan atlit Timnas Sepak Bola Indonesia berinisial NA.

Namun, setelah dikonfirmasi, NA mengaku juga telah menjadi korban oleh oknum lain bernama Esa yang mengaku dekat dengan pejabat Pemkot Bekasi. NA yang menyalurkan calon TKK kepada Esa tersebut juga hanya mengetahui Esa sebagai pecinta Moge.

“Di sini saya terkait dengan alat untuk menjembatani calon TKK, jadi urusan calon TKK itu saya serahkan ke pak Esa pak Esa itu teman saya dan kebetulan pecinta motor gede yang kebetulan juga banyak temannya pak Esa itu itu pejabat Pemkot Bekasi, dan saya percaya dengan beliau karena memang dia yang menjanjikan jadi bukan saya,” kata NA saat dikonfirmasi pada Rabu (07/04).

Sedangkan oknum ASN berinisial RS yang juga ikut dilaporkan oleh korban diketahui berdinas di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi. Dari RS lah calon TKK berasal dan diserahkan kepada NA yang dilanjutkan kepada oknum bernama Esa.

“Saya merasa ditipu juga sama pak Esa kenapa pak Esa sampai seperti itu, kalau memang tidak mampu untuk mempekerjakan yang uangnya harus dikembalikan

Kasus tersebut dilaporkan pada tanggal 1 Maret 2021 dengan Nomor LP/601/K/III/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota. Dalam aduannya, terlapor diduga melakukan tindak pidana penipuan. Pelapor sendiri merupakan orang tua korban.

Sementara itu Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari menuturkan bahwa pihaknya telah menerima aduan dari AJ (36) perihal kasus tersebut.

“Memang benar untuk pelaporan dugaan penipuan, kita sudah menerima atas nama terlapor NA dan RS, namun, kita masih mendalami,” kata Kompol. Erna Ruswing Andari kepada media pada Kamis (08/04).

Polres Metro Bekasi Kota juga masih terus mendalami kasus dugaan penipuan yang melibatkan mantan atlit Timnas tersebut. Hingga saat ini polisi belum dapat memberikan keterangan tentang perkembangan penyelidikan.

“Masih kita dalami laporan tersebut dan kemudian kita akan lanjut pemeriksaan dulu saksi-saksi kemudian mencari bukti-bukti dari laporan tersebut,” pungkasnya.

Kejadian tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 2020 lalu. Namun baru dilaporkan kepada Polres Metro Bekasi Kota pada awal Maret 2021. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.