Dewan Minta Pemkot Kaji Ulang Rencana Kegiatan Belajar Siswa Di Sekolah

Nasional

Pangkalpinang,Harnasnews.com – Rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di wilayah Kota Pangkalpinang 11 Januari 2020 kini menuai sorotan dari pihak DPRD Kota Pangkalpinang.

Pasalnya, kondisi angka kasus pasien positif Covid-19 dianggap semakin meningkat di Kota Pangkalpinang, hingga ini pun membuat Ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Zufriady angkat bicara.

Anggota DPRD Kota Pangkalpinang ini justru berharap pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dapat mengkaji ulang rencana dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Menanggapi hal ini, Zufriady pun mengingatkan Pemkot Pangkalpinang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, agar mempertimbangkan secara matang terkait rencana kembali membuka sekolah saat situasi pandemi Covid-19 ini.

“Pesan saya sebaiknya dipikir kembali jangan sampai dibuka dulu, kalau ingin buka coba sampel satu sekolah dulu dengan mengacu kepada protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker. Namun saran saya rencana itu tunda dulu,” katanya, Senin (4/1/2020) di Pangkalpinang.

Sebelumnya KBM tatap muka direncanakan akan mulai digelar pada 11 Januari 2021, namun kondisi Kota Pangkalpinang yang masuk dalam zona merah membuat Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil akan melakukan evaluasi kembali terkait hal itu.

Meski begitu, Zufriady juga mengatakan dengan diundurnya rencana KBM tatap muka itu justru diharapkan tidak memunculkan kluster-kluster baru dalam dunia pendidikan.

“Kami mengharapkan kepada Dinas pendidikan dan Wali Kota, sebaiknya untuk pendidikan ini dipikir kembali dan dianalisis secara matang. Jangan tergopoh-gopoh buka sekolah, yang dapat memunculkan risiko menimbulkan kluster baru ini yang kita khawatirkan,” pesannya lagi.

Tak cuma itu bahkan Ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang ini pun berharap khususnya kepada para guru untuk dapat beradaptasi dengan memunculkan ide yang kreatif dan Inovatif selama melakukan pembelajaran daring.

“Sebaiknya tetap dibuka daring tapi yang inovatif dan kreatif dari guru, jangan daring yang monoton biar dituntut kreatifitas seorang guru untuk memberi sekolah daring biar tidak membosankan. Jadi sebelum adanya vaksin kita tidak bisa, tahan dulu rem dulu” tegasnya.

Sementara itu untuk masyarakat diminta agar dapat memaklumi berbagai kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Pemkot Pangkalpinang khususnya dalam meredam penyebaran pandemi Covid-19.

“Kepada orang tua tolong ini merupakan suatu antisipasi kita bersama, jadi mohon pengertiannya. Selain itu kalau kuota internet kan sudah didapatkan dari Kementrian jadi dimanfaatkan lah daring ini. Jangan ada berkeluh kesah, karena ini demi menjaga kesehatan bersama,” pesan Zulriady.

Sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan terkait wacana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan 11 Januari 2021 mendatang akan dievaluasi kembali.

“Tatap muka kita akan evaluasi kembali tapi kemungkinan besar akan kita batalkan pembelajaran tatap muka untuk di Pangkalpinang karena kondisi semakin meningkat ini,” kata Molen, Senin (4/1/2021).

Diterangkannya lagi, jika sebelumnya wacana rencana KBM 11 Januari 2021 ini diakuinya sempat menimbulkan reaksi masyarakat, namun hal ini justru pihaknya sengaja ingin mengetahui bagaimanareaksi dari masyarakat.

“Setelah kita lihat ternyata reaksi masyarakat masih banyak kontra terhadap pelaksanaan KBM itu. Jadi dengankondisi seperti saat ini untuk melakukan KBM memang perlu dipertimbangkan kembali,” ungkapnya.

Diakuinya, sebetulnya persiapan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah sejak lama dipersiapkan. Bahkan segala sesuatu harus disediakan antara lain yakni sarana dan prasarana dalam protokol kesehatan dalam pelaksanaan KBM nanti.

“Hal penting harus kita penuhi supaya dalam pelaksanaannya itu menghindari hal yang tidak kita inginkan, bahkan zero tertularnya dari covid-19 ini. Tapi untuk sementara ini akan kita evaluasi kembali,” tegas Molen. (Ryan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.