Hukum harus Bertindak Tegas Papua Adalah Kita demi keutuhan NKRI

Surabaya,Harnasnews.com  – Isu kerusuhan di Papua masih hangat diperbincangkan. Aksi tersebut ternyata buntut dari (dugaan) tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa di Surabaya dan Malang Jawa Timur tepat satu hari sebelum hari Kemerdekaan.

Abd Rasyid Sekjend LPKAN Indonesia, mencermati isu tentang Papua atas situasi dan kondisi dalam perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia, karena masih ada sekat-sekat, kepentingan kelompok, dan golongan.

“Selama para pemimpin di Papua yang di tuakan oleh warga atau adat Papua baik Pemerintahan maupun Non Pemerintahan, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Kultural Papua, masih ada sekat-sekat kepentingan, kelompok dan golongan yang tidak secara utuh memahami tentang pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, kemanuasian dan NKRI, maka selama itu pula Warga Papua menjadi korban, karena mudah disusupi, diprovokasi dan dipecah belah oleh kekuatan-kekuatan tertentu yang didalamnya termasuk Gerakan Sparatis Papua yang berkolaborsi dengan OPM dibungkus HAM dan Kemanusiaan”, ungkap Abd Rasyid.

Lanjut Abd Rasyid bahwa sumber masalah kemarin tentang Rasialis dan Ujaran Kebencian sekarang sedang di proses secara hukum siapapun yang terlibat atas aksi-aksi tersebut dan sdh ada tersangkanya.

“Kami sangat menyesalkan kerusuhan di Papua yang berawal dari isu SARA dan Ujaran Kebencian di Malang dan Surabaya, yang sekarang sudah diproses secara hukum oleh Polda Jatim, siapa saja yang terlibat tanpa terkecuali.

Kita ini Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang sudah merdeka 74 tahun, tapi isu-isu mengenai SARA dan Ujaran Kebencian selalu menjadi pemicu dan pintu masuk kelompok atau golongan anti NKRI dan anti Pancasila untuk menggoreng dan menunggangi gerakan dan penciptaan opini publik yang dapat mengancam persudaraan dan persatuan sesama anak bangsa kita sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Abd Rasyid Sekjend LPKAN Indonesia didampingi salah satu ketua DPP LPKAN Indonesia
Dra. Waode Nur Intan, S.H kepada media, minggu 01 September 2019.

“Saat ini sudah bergeser ke masalah yang serius yang dapat mengancam dis-integrasi bangsa, dan keutuhan NKRI, karna ditunggangi tokoh-tokoh Sparatis Papua, dan OPM agar supaya Papau tadak aman, tertib dan terkendali dengan sokongan kekuatan dan media-media asing yang anti NKRI untuk memblow up kepada dunia Internasional”, ujarnya.

Isu Papua adalah isu tahunan yg di pelihara dengan baik oleh para begundal-begundal kelompok anti NKRI untuk kepentingan usus 12 jari dengan kemasan HAM dan Kemanusiaan, itulah ritual tahunan tentang Papua

Sekjend LPKAN Indinesia menegaskan, siapapun yang terlibat harus diproses, diusut, diungkap, secara tuntas tanpa ada manipulasi, intimidasi, dan tanpa adanya perbedaan dimata hukum yang berlaku di NKRI tercinta tidak ada tempat bagi siapapun yang melanggar hukum ttg SARA yang mengancam keutuhan NKRI, agar NKRI yang berdaulat, aman, tertib, damai, sejahterah dapat terwujud sebagaimana cita-cita para pendiri Bangsa.

“Bukankah keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Papua menjadi tanggungjawab kita bersama secara umum, namun secara khusus adalah para pemimpin bersama warga Papua. Tugas kita semua untuk meredam, mendamaikan, dan mepersatukan sesama anak bangsa”, pungkas Abd Rasyid.(Nd)

Leave A Reply

Your email address will not be published.