Menguji Nyali KPK Periksa Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

JAKARTA, Harnasnews – Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi, kagum terhadap keberhasilan Malaysia dalam memberantas korupsi setelah sebelumnya negeri Jiran itu belajar soal pemberantasan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dimiliki Indonesia.

“Selama 15 tahun lalu, Malaysia menjadikan KPK sebagai role model pemberantasan korupsi. Mereka kagum sekali kepada independensi KPK. Sekarang, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), KPK-nya Malaysia, kehebatan dan keberaniannya jauh melewati kita,” ujarnya seperti yang dikutip Harnasnews dari akun X @islah_bahrawi, Sabtu (17/1/2026).

“Mereka sangat independen dan ditakuti karena bebas dari partikel kepentingan politik,” imbuh Islah.

Saat ini, lajut Islah, mereka (SPRM) telah memenjarakan mantan Perdana Menteri Najib dan berani memenjarakan beberapa jenderal tentara dengan mengurai sindikasi korupsi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Menurutnya, semua politisi takut untuk melakukan “gerakan tambahan” karena merasa mata SPRM ada di mana-mana.

Islah menuding KPK hanya hebat mengelola publikasi dan media. “Jangankan manggil Jokowi, manggil Bobby Nasution saja nyalinya ciut,” katanya.

Lebih lanjut, nyali KPK dalam mengugkap kasus kuota haji 2023-2024 yang menyeret Fuad Maktour,  keberaniannya hanya sampai pencekalan. “Ironis dan bikin aura pesimis terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” tutup dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.