iklan

Meski Terjadi Pengrusakan  Posko, Ormas ini Pilih Bersihkan Pemakaman Umum

Aksi bersih-bersih jalan lingkungan menuju area pemakaman umum di Kampung Cibereum Tengah, Desa Sinar Sari, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan PAC PP Kecamatan Dramaga, Minggu (28/03/2021). Foto : Dok

KABUPATEN BOGOR ( HARNASNEWS.COM) – Upaya provokasi oleh oknum anggota Organisasi masyarakat (Ormas) dari salah satu ormas yang berhasil diringkus aparat gabungan TNI-Polri di Kota Bogor pada Sabtu (27/03/2021), nampaknya tidak mempengaruhi anggota ormas Pemuda Pancasila di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Meskipun sejumlah posko ormas ini dibeberapa lokasi dirusak, namun mereka tidak melakukan aksi balasan dan lebih memilih menggelar bakti sosial peduli lingkungan.

Sekretaris PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Dramaga, Cornelius Ade Putra Waruwu mengatakan, aksi peduli lingkungan merupakan program rutin yang dilaksanakan seluruh pengurus tingkat desa (ranting,red) di wilayah Kecamatan Dramaga. Hal itu bertujuan, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan terciptanya harmonisasi dengan masyarakat.

” Karena menjelang bulan suci Ramadhan maka kegiatan bersih-bersih dilaksanakan di area pemakaman umum warga dan jalan lingkungan di Kampung Cibereum Tengah, Desa Sinar Sari, Kecamatan Dramaga,” ujarnya saat ditemui dilokasi.

Menjelang bulan suci Ramadhan, kata dia lagi, tradisi masyarakat yakni berziarah ke makam leluhur ataupun kerabat dan keluarga, jika kondisi area pemakaman bersih dan rapih maka peziarah akan merasa nyaman serta khusu dalam berdoa.

“Membersihkan kuburan terkesan sederhana, tapi jika mau dipikir lebih jauh, itu hal luar biasa karena ada banyak nilai yang terkandung dalam kegiatan itu. Ada nilai sosial, religius, budaya dan pendidikan hidup,” tambah pria yang akrab disapa Putra itu.

Lebih lanjut, Putra menilai, upaya provokasi oleh oknum ormas yang berhasil diamankan Polres Kota Bogor dibantu personil TNI merupakan perilaku tidak terpuji dan hanya akan menimbulkan penilaian buruk dari masyarakat terhadap ormas apalagi disaat masa pandemi Covid-19.

” Disaat pandemi ini sebaiknya mendukung pemerintah dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19 juga juga program pemulihan ekonomi nasional, bukan mencari keributan yang hanya akan memperburuk penilaian masyarakat terhadap ormas,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi penegakan hukum oleh aparat kepolisian terhadap para oknum ormas yang bertujuan menciptakan kegaduhan ditengah masyarakat. Hal itu, tambah Putra, agar menjadi contoh bagi semua anggota ormas manapun bahwa penindakan dalam penegakan hukum demi ketertiban dan keamanan akan dijalankan tanpa pandang bulu.

” Kami sangat mengapresiasi langkah aparat hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, enam anggota dari salah satu ormas ditangkap karena diduga hendak membuat kekacauan di Kota Bogor, Jawa Barat. Keenam oknum ormas itu antara lain SP, MR, TS, SR, OI, dan AH. Dari penangkapan itu polisi menyita barang bukti berupa 3 bom molotov, sejumlah senjata tajam seperti golok, dan ketapel, serta 7 stik bisbol.

“Mereka ditangkap di posko ormas di Kayu Manis,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, pada Sabtu (27/3/2021).

Susatyo menerangkan bahwa keenam orang ini ditangkap karena terindikasi berencana melakukan kekacauan dan tindak kekerasan terhadap ormas lain di Kota Bogor.

“Dari enam orang ini, dua di antaranya yakni tersangka OI dan AH sebagai provokator. Dua orang ini yang menyulut temannya untuk bereaksi atas kejadian di Bandung,” kata Susatyo.

Dari hasil penyelidikan jejak digital yang dilakukan Tim Kujang Polresta Bogor Kota, lanjut Susatyo, tersangka AH juga ternyata merupakan otak pelaku yang memicu terjadinya keributan dengan ormas lain di Bandung pada Rabu lalu.

“Ternyata otak kejadian di Bandung itu juga adalah AH kemudian memprovokasi kembali teman-temannya di Kota Bogor,” tutupnya. (RFS/Cj)

Leave A Reply

Your email address will not be published.