iklan

Ahmad Balya: MKNU Wadah Warga NU dalam Menyelaraskan Pemikiran, Pergerakan dan Amaliah

JAKART, Harnasnews.com – Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan baru saja selesai menyelenggarakan kegiatan Madrasah Kader Nadlatul Ulama (MKNU) yang ditutup secara resmi oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali LC, M. Ag, Minggu (6/12/2020). 

Kegiatan MKNU ini berlangsung sejak 4 Desember 2020 di Hotel Bukit Indah Puncak dengan protokol kesehatan yang ketat. Sukses selenggarakan MKNU, PCNU Jaksel masa khidmat 2020-2025 ini selenggarakan Rapat Kerja (Raker) hingga 7 Desember 2020.

Ketua Tanfidziah PCNU Jakarta Selatan KH Abd Rozak Alwi, mengatakan puas atas suksesnya penyelenggaraan MKNU dan berharap para peserta dari unsur pengurus PCNU Jaksel dan eksternal dapat memiliki pengetahuan ke-NU-an yang lebih komprehensif.

“Dengan diselenggarakannya MKNU ini, saya berharap peserta akan menjadi Kader NU yang kuat & militan untuk pengembangan dan syiar NU di Jakarta juga berkontribusi untuk bangsa dan negara,” kata Kyai Rozak, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12/2020).

Menurut Ketua Panitia MKNU/Raker, Ahmad Balya SH MH, yang juga Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU (Lazisnu) Jaksel, MKNU merupakan wadah bagi kader NU untuk meningkatkan pemahaman mengenai NU yang benar dan komprehensif. 

“MKNU merupakan lembaga yang bertugas menyelaraskan fikrah (pemikiran), harakah (pergerakan) dan amaliah nahdiah (perbuatan sesuai semangat NU) pada semua tingkatan struktur NU. Sertifikat MKNU juga merupakan syarat untuk bisa menjadi pengurus NU di semua tingkatan kepengurusan,” Ujar Ahmad Balya.

Ditengah pandemi ini, penyelenggaraan MKNU ini menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan. 

Apalagi sejak awal pendaftaran peserta MKNU dibuka menarik banyak minat warga NU di Jaksel dan luar Jaksel. Namun, panitia tidak bisa mengakomodir karena alasan Protokol kesehatan.

“Tidak semua calon peserta yang mendaftar diakomodir mengingat keterbatasan kapasitas ruangan acara dengan jumlah peserta maksimal 50% dari kapasitas ruangan,” kata Ahmad Balya.

Ahmad Balya menyampaikan, bahwa di dalam acara MKNU ini juga dihadiri oleh Walikota Jakarta Selatan dan sekaligus menutup acara.

“Alhamdulillah Bapak Walikota Jakarta Selatan berkenan menutup MKNU di tengah kesibukan tugas beliau sebagai walikota. Beliau juga meminta agar penyelenggaraan acara wajib mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.  Penutupan MKNU oleh Pak Walikota ini juga sekaligus juga membuka Rakercab PCNU Jaksel masa khidmat 2020-2025,” kata Ahmad Balya.

“Pak Walikota Jaksel yang juga Wakil Rois Syuriah PCNU Jaksel berpesan agar Rakercab ini melahirkan program-program yang dapat memberikan kemanfaatan bagi warga NU dan masyarakat pada umumnya,” tutur Ahmad Balya menambahkan. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.