iklan

OJK Minta Bank Kecil Bisa Penuhi Modal Inti Minimum

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per akhir Januari 2021 bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun hanya tersisa satu unit secara nasional. Hal tersebut sejalan Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Anggota Dewan Komisioner yang juga Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan pemilik bank bisa melakukan right issue untuk menambah pundi-pundi modal minimum. Selain itu, modal minimum ini diperlukan untuk melakukan ekspansi usaha, bantalan dalam menyerap kerugian yang tidak terduga, dan menjadi jaring pengaman dalam kondisi krisis.

“Sekarang saya menyadari bahwa itu harus diubah, konsolidasi harus dilakukan, makanya kita keluarkan aturan modal inti minimum jadi Rp 3 triliun. Sekarang kita lihat gambaran Bank BUKU I tinggal satu tinggal proses saja itu,” ujarnya saat acara The Chief Economist Forum Infobank dengan tema ‘Konsolidasi Dan Peran Pemilik Perbankan dalam Menghadapi Era Vuca’, Kamis (4/3).

Kendati demikian pihaknya  mewanti-wanti, dana publik dari hasil right issue harus dipertanggungjawabkan. Sebab dana publik harus menjadi nilai tambah untuk mengembangkan bisnis bank agar mampu bersaing.

“Jangan sampai dipakai hanya untuk memenuhi permodalan tadi, setelah itu berhenti karena pemiliknya atau para bankir tidak punya visi ke depan. Setiap mengambil dana publik harus dipertanggungjawabkan agar bank-nya konsen,” ungkapnya, dikutip dari republika.

Jika tidak bisa menerbitkan right issue, dia mengimbau bank melakukan konsolidasi. Heru bilang, konsolidasi sudah menjadi kewajiban karena aturannya sudah dikeluarkan oleh OJK.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan pemilik bank untuk tidak mengharapkan bail-out dalam pemenuhan modal inti. Sebab pemilik bank atau pemegang saham pengendali (PSP) harus memiliki komitmen untuk meningkatkan modal inti.

“Jadi kita sudah tidak bisa lagi seperti zaman dulu mengharapkan adanya bailout. Itu sudah masa lalu. Sekarang segala permasalahan yang dihadapi, kemudian kesulitan-kesulitan keuangan harus di-cover oleh pemilik,” ucapnya.

Dalam POJK  Nomor 12/POJK.03/2020 tersebut  tertulis di dalamnya perbankan wajib memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 2 triliun pada 2021. Sedangkan, ketentuan modal inti minimal menjadi Rp 3 triliun yang wajib dipenuhi oleh perbankan paling lambat 31 Desember 2022.

Saat ini jumlah perbankan nasional telah mencapai 106 bank setelah sebelumnya tiga bank BUMN Syariah melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia. OJK juga mencatat sepanjang 2020 sampai Januari 2021, terdapat tujuh aksi korporasi konsolidasi diantaranya lima akuisisi bank, satu integrasi dari dua bank, serta satu merger dari tiga bank syariah.(qq)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.