
Ojol Buroq Masuk Surabaya

Driyorejo,Gresik,Harnasnews.com – Satu lagi ojek online meramaikan pasar transportasi berbasis online, nama ojol tersebut Buroq Jek dari PT. Buroq Sakti Terbang. Buroq terlahir di bumi pondok pesantren Kedunglo di desa Bandar Lor Kediri dan saat launching pertama kalinya pada tanggal 05 September 2019, pondok Kedunglo yang juga di kenal tempat lahirnya Sholawat dan Ajaran Wahidiyah.
Gagasan adayanya ojol Buroq ini langsung dari beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo.
Saat koran ini mengkonfirmasi kepada ketua Panitia launching yang juga sekaligus Manager Area Surabaya, Sholeh Mustain mengatakan, “ Buroq ini ide besar beliau Kanjeng Romo, yang kemudian aplikasi buroq yang mengerjakan anak – anak santri Kedunglo, santri Kedunglo yang kuliah di Universitas Wahidiyah dibidang jurusan IT, ada sekitar 9 anggota tim yang mengerjakan, dan yang istimewa dari tim ini saat mengerjakan aplikasi tersebut langsung di tunggui beliau Kanjeng Romo di kantor Buroq yang terletak di selatannya pondok,” Ujar Sholeh Mustain yang juga GM di CV. Holane Jaya.
Pada saat launching Buroq Jek, hari Kamis, 12 Desember 2019, pukul 15.30 Wib, bertempat di lapangan Gadung – Driyorejo Gresik, sebanyak lebih kurang 150 driver mengukuti jalannya prosesi launching, dan juga jamaah pengamal Sholawat Wahidiyah juga menyaksikan, kebetulan acara launching bersamaan dengan pengajian umum dan doa bersama dikemas dalam acara Mujahadah Rubu’ussanah Sholawat Wahidiyah se Kabupaten Gresik.
Dalam prosesi launching ini, hadir putra pertama beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, yang juga ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah Pusat, yakni Agus Abdul Madjid Ali Fikri, SH,.M.Hum, yang pada kesempatan itu pula memberikan arahan dan sekaligus menandai dibukanya operasi Buroq Jek untuk wulayah Sisikboyo ( Sidoarjo – Gresik – Surabaya ).
Dalam arahannya, Gus Fikri demikian panggilannya, mengingatkan bahwa Buroq adalah kendaraan beliau Nabi SAW, bahwa kita harus bangga menjadi driver Buroq, “ Kita harus bangga menjadi bagian dari driver Buroq, secara filosofi ini adalah kendaraan Nabi SAW, bagaimana kita ketahui saat Buroq melayani Nabi SAW menuju sowan kepada Allah SWT, dalam hal ini driver harus mampu melayani castamer dengan baik dan sempurna serta jangan lupa memberikan Kartu Nida’ sebagai jalan kita siar kepada masyarakat,” demikan arahan Gus Fikri.
Launching dibuka langsung oleh Gus Fikri, setelah memberikan arahan kepada para Buroq Jek, ditandai bacaan Alfatehah dan mengibarkan bendera dimulainya konvoi menelusuri jalan Driyorejo – Wiyung – Mastrip – Sepanjang – Taman – Bungurasih – Bundaran Waru – A. Yani – Joyoboyo – Wiyung – Bangkingan – Lokasi Acara.
