iklan iklan

SMA Negeri 1 Lamongan Matangkan Persiapan AKM Menuju Sekolah Berkualitas

Karena Berpengaruh pada Rangking dan Indeks Sekolah

Lamongan,Harnasnews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah resmi mengganti ujian nasional (UN) menjadi asesmen nasional (AN). Dalam AN nantinya ada tiga instrumen yang telah ditentukan untuk pemetaan pendidikan di Indonesia. Yakni Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), Survey Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar.

Terkait hal itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lamongan Drs. Sofyan Hadi, M.Pd. menuturkan pelaksanaan AN atau Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mulai diterapkan di tahun ini. Setiap sekolah akan mewakilkan 45 siswanya yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh Kemendikbud melalui Dapodik (Data Pokok Peserta Didik).

“Untuk AKM-SK (kami menyebutnya) akan diikuti kelas 11 untuk SMA/SMK dan MA sedangkan kelas 12nya nanti akan mengikuti Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS),” ujar Sopyan,Senin (18/1).

Karena ini merupakan tahun pertama AKM, maka pihaknya berinisiatif menggelar latihan bareng untuk pengenalan sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali di bulan Desember, dengan jumlah siswa secara terbatas.

“Karena (merupakan) sesuatu yang baru, jadi kita buat ujicoba di masing-masing kelas sebanyak 5 siswa,” jabarnya.

Dikatakan Sopyan, pelaksanaan AKM-SK sendiri bertujuan untuk memotret kondisi sekolah. Dengan kata lain, dari hasil ini akan diketahui proses pembelajaran di sekolah, dan kenyamanan belajar siswa melalui skore AKM yang didapat. Kegiatan ini, imbuh Sopyan juga sebagai dasar pemetaan pendidikan.

“Untuk soal-soalnya nanti, bentuknya seperti soal-soal cerita yang meliputi aspek nalar, numerik, literasi. Modelnya seperti UN berbasis online. Bedanya, kalau UN untuk semua siswa. Tapi ini hanya 45 siswa,” katanya.

Lebih lanjut, Sopyan juga mengingatkan para tenaga pendidik dan siswanya agar menyiapkan secara matang untuk pelaksanaan AKM. Sebab, hasil skore AKM akan menyangkut pada rangking dan indeks sekolah.

“Karena dipilih secara acak lewat dapodik sekolah tidak tahu mana siswanya yang akan mengikuti AKM. Apakah dia yang mampu secara akademik atau dibawah rata-rata akademik. Jadi memang harus dimatangkan persiapannya, sekolah harus mencari info modelnya (AKM) gimana dan menggelar Try out. Karena ujicoba akan dilaksanakan sekitar April atau Mei,” pungkasnya.[PUL]

Leave A Reply

Your email address will not be published.