APPBI Dukung Penegakkan Hukum Bagi Pelanggar Prokes

JAKARTA, Harnasnews.com  – Kebijakan pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19, semenjak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dikeluhkan oleh sejumlah pelaku usaha.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengakui, kebijakan PSBB dan PPKM yang mengatur jumlah pengunjung di pusat belanja berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Oleh karenanya, APPBI meminta agar pemerintah kembali mengkaji ulang pembatasan prosentase jumlah pengunjung mall di tengah pemberlakuan PPKM.

“Seperti pada tahun 2020 merupakan kondisi terburuk bagi pengelola pusat perbelanjaan, karena adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah pengunjung mall. Padahal pengelola pusat perbelanjaan berharap ada peningkatan pendapatan dalam moment natal dan tahun baru. Tapi karena ada pembatasan waktu operasional pendapatan kami tetap menurun,” ungkap Alphonzus saat memberi paparan dalam acara focus group discussion yang disiarkan melalui zoom meeting, Rabu (3/2/2021).

Alphonz mengakui, saat pemberlakuan PSBB yang memberi kebijakan kepada mall untuk membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen saja tidak sesuai harapan, bahkan pengunjung mall hanya mencapai 30 hingga 40 persen.

“Bagaimana bila pengunjung mall dibatasi hanya 25 persen, kemungkinan tidak akan tercapai,” ungkapnya.

Untuk itu, APPBI meminta agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pegelola mall, yakni kebijakan PPKM tetap berjalan akan tetapi waktu kunjung diharapkan berjalan normal.

“Karena waktu di atas jam tujuh malam bagi pengelola mall sangat mempengaruhi daya beli masyarakat,” katanya.

Alphonz mengungkapkan, pada dasarnya keberadaan mall sangat membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional. Karena, pembatasan jam operasional maupun jumlah pengunjung bukan saja merugikan pengusaha mall akan tetapi pelaku UMKM maupun pekerja informal yang ada di sekitar mall tersebut juga ikut terdampak.

“Untuk itu kami berharap agar pusat belanja diperbolehkan untuk beroperasi secara normal namun tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan diaiplin. Sehingga pusat belanja dupastikan aman dan sehat,” harapnya.

Pada kesempatan itu, APPBI juga mendukung kebijakan PPKM dengan memperketat penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan. Selain itu pihaknya juga mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui program vaksinasi Covid-19 yang telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di tanah air.

Leave A Reply

Your email address will not be published.