Akibat Banjir, Aktifitas Warga Kampung Tambak Pring Barat Blok D Lumpuh Total

Surabaya, Harnasnews.com – Hujan yang terus mengguyur kota Surabaya sejak beberapa hari ini yang menyebabkan beberapa rumah warga Kampung Tambak Pring Barat Blok D RT / RW : 08/08 terendam banjir, pada hari Selasa (29/12/2020).

Dari penulusuran media Harnasnews.com pada hari Selasa (29/12/2020), terlihat air setinggi 1 meter lebih di sepanjang Jalan Kampung Tambak Pring Barat Blok D RT / RW : 08/08, yang membuat aktifitas warga sekitar lumpuh total.

Kemudian, wartawan Harnasnews.com menemui salah satu warga atas nama, Solika (28), yang saat itu rumahnya terendam banjir.

Dalam keterangannya, Solika mengatakan, Setiap musim hujan di kampung Tambak Pring Barat Blok D RT / RW : 08/08, sudah menjadi langganan banjir mas.

“Seperti hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini, mas kan sudah lihat gara-gara banjir air masuk sampai didalam kamar rumah saya. Ya seperti kolam renang,“ ujar Solika pada media Harnasnews.com. Selasa (29/12/2020).

Menurut Solika, akibat banjir ini, warga sini (Kampung Tambak Pring Barat Blok D RT / RW : 08/08) tidak bisa bekerja. Ya bisa dibilang lumpuh total.

Solika berharap, Kampung Tambak Pring Barat Blok D RT / RW : 08/08 dapat perhatian dari pemerintah daerah. Karena selama ini belum ada tindakan atau solusi mengenai penanganan Banjir di Kampung kami.

Selanjutnya, media Harnasnews.com menemui Ketua RT 08 Kampung Tambak Pring Barat Blok D yang bernama, Joko Prasetio.

Dalam wawancaranya, Ketua RT 08, bapak Joko Prasetio, menyampaikan, menyikapi masalah banjir yang sering terjadi di kampung ini.

Lanjut Joko mengatakan, sebelumnya saya sudah melaporkan ke Pak Lurah Asemrowo bapak Asnawi, terkait masalah banjir yang sering terjadi di Kampung Tambak Pring Blok D. Namun, hingga kini pihak Kelurahan Asemrowo belum menanggapi laporan kami.

Bahkan beberapa bulan sebelumnya, saya sudah mengajukan pemasangan plengsengan dan pengerukan di Kampung ini. Tapi, belum ada tanggapan dari Kelurahan Asemrowo.

Menurut Joko, Banjir tersebut terjadi dikarenakan adanya pembuangan sampah di kali, sehingga menyebabkan kali semakin dangkal.

“Saya mengkhawatirkan dampak dari banjir yang dapat menimbulkan Pencemaran lingkungan di kampung ini Seperti, bau tidak sedap. Hingga membuat dengan mudah orang tua, anak-anak terserang penyakit,“ kata Joko.

Joko juga berharap, ada kepedulian dari pihak pemerintah daerah memberikan solusi dalam penanganan banjir yang selalu terjadi di Kampung Tambak Pring Barat Blok D. (Kri/Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.