iklan iklan

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Di Bawah Umur, Korban Akui Dieksploitasi Secara Seksual

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur dan melibatkan anak seorang anggota dewan menemui babak baru. Kasus lainnya mulai terungkap diantaranya eksploitasi korban oleh terduga pelaku.

Diduga, PU (15) selain mendapat kekerasan secara fisik, ia juga mendapat kekerasan verbal dari terduga pelaku. Korban dipaksa juga melayani lelaki hidung belang dengan target tertentu.

Dirinya dipaksa untuk menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK), oleh kekasihnya yang berinisial AT (21) saat tinggal bersama dirinya selama sebulan terakhir.

Pengakuan itu disampaikan PU, ketika Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi melakukan pendampingan psikososial.

“Ini berdasarkan pengakuan dari korban gitu. Korban mengaku dalam sehari bisa 4 sampai 5 kali melayani orang,” kata Novrian, Selasa (20/04).

Pelaku menjajakkan korban dengan akun yang memasang foto korban melalui aplikasi michat. Diketahui, Praktik prostitusi dilakukan di sebuah kamar kos, Jalan Kinan, RT01 RW 02, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

“Lewat aplikasi tadi pengakuan korban pakai MiChat, yaitu si anak tidak mengoperasikan tapi yang memegang akunnya adalah pelaku,” terangnya.

Setelah terduga pelaku mendapatkan pelanggan atau tamu, maka korban PU (15) harus melayani tamu tersebut.

“Si anak hanya di dalam kamar disuruh melayani orang saja,” tambahnya.

Selama korban dipaksa melayani pria hidung belang, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Tak hanya itu, korban diduga mendapatkan kekerasan jika mendapatkan pria hidung belang.

“Jelas ada manipulasi sebenarnya karena anak adalah orang yang belum cukup dewas secara psikologis dan secara sosial,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Aloysius Suprijadi menuturkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi dalam kasus tersebut.

“Tergantung dari saksi-saksi yang kita panggil, sekarang masih dalam proses juga,” kata Kapolres.

Polisi akan segera menaikan status kasus tersebut jika saksi dan bukti sudah memungkinkan untuk naik tahap berikutnya.

“Jika memungkinkan maka kita akan naik ke tahap sidik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, anak di bawah umur berinisial PU (15) menjadi korban kekerasan seksual dan kekerasan fisik oleh anak anggota dewan Kota Bekasi. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu pada Polres Metro Bekasi Kota pada Senin 12 April 2021 dengan nomor LP: STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bks Kota.

Kasus tersebut saat ini ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Metro Bekasi Kota. Polisi telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan barang bukti. (Mam)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.