Ketua PWI Kabupaten Bogor Harap Tidak Ada Lagi Pelecehan Profesi Wartawan Saat melakukan Tugas

BOGOR, Harnasnews.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor mengecam pihak yang melecehkan kredibilitas wartawan serta media pers, Isu itu muncul terkait viralnya berita gizi buruk di Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya dilapangan, Senin (5/4/21).

Firman Jurnalis Pakuan Raya mengatakan, dirinya hndak Konfirmasi terkait adanya kasus Bayi penderita saraf otak di Kampung Kompa 2 RT 02/02 Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Namun dirinya malah mendapat perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari seorang Oknum Bidan Desa.

Dia menceritakan kronologis kejadian itu saat ia bersama rekannya sesama wartawan dari Jurnal Bogor hendak meminta tanggapan terkait adanya warga penderita saraf otak, namun  berduanya malah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

“Jadi awalnya saya mau minta keterangan terkait salah satu warga Sipayung yang menderita saraf otak, nah tiba tiba bidan Desa, marah marah menunjuk nunjuk muka dan ngebentak kami berdua, ” kata firman saat melakukan konfirmasi di Puskesmas Sukajaya, Senin (5/4/21).

Sebelumnya, belum lama ini beredar kasus gizi buruk bernama Muhamad Oji (6) warga Kampung Babakan Sipayung RT 02 RW 08, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya pihak bidan Desa Sipayung mengaku keberatan dengan adanya pemberitaan mengenai hal tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua PWI Kabupaten Bogor H. Subagyo, mengecam dengan keras oknum aparat ASN Bidan Puskesmas yang melakukan tindak pelecehan kredibilitas profesi terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya diwilayah.

Menurutnya, perlakuan oknum bidan tersebut telah mencederai UU Pers No 40 tahun 1999. Di mana wartawan saat melaksanakan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang.

Dia menegaskan, dalam setiap bertugas, jurnalis wartawan selalu dilindungi oleh Undang – Undang. Dalam hal ini Pasal 8 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 isinya “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum,” .

“Dalam konteks ini, semestinya pihak pegawai Puskesmas bersikap hati-hati, proporsional dan tidak melakukan pelecehan profesi wartawan sehingga ada tindakan kekerasan dengan cara memarahi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,”ujarnya.

Subagyo berharap agar di Wilayah Kabupaten Bogor tidak ada lagi pelecehan profesi terhadap wartawan

Apabila terjadi kembali, pihaknya memyarankan untuk melakukan pelaporan ke pihak penegak hukum, agar dilakukan proses hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

“Tidak ada lagi oknum ASN yang melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap profesi wartawan saat melakukan tugas peliputan disetiap wilayah Kabupaten Bogor,”pungkasnya.(Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.