iklan iklan

Selain Tindak Asusila, Korban Kerap Mendapat Kekerasan Fisik Dari Terduga Pelaku

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Polres Metro Bekasi telah menerima laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh anak seorang anggota DRPD Kota Bekasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari saat di konfirmasi pada Rabu (14/04).

“Laporan memang sudah masuk ke kita, sedang kita dalami dan korban sudah melakukan visum sebagai kelengkapan alat bukti,” kata Kompol Erna.

Keluarga korban melaporkan kasus tersebut pada Senin 12 April 2031 dengan nomor LP: STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bks Kota. Polisi saat ini masih mencari bukti tambahan serta keterangan para saksi atas dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur.

“Kami saat ini masih mendalami kasus itu dengan meminta keterangan saksi dan saat ini ditangani unit perlindungan anak Reskrim Polrestro Bekasi Kota,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, anak perempuan berusia 15 tahun berinisial PU diduga menjadi korban tindak asusila bersama pria dewasa berinisial AT (21) yang notabene sudah mempunya anak dan istri. Mereka melakukan hal itu di sebuah kos yang disewa terduga pelaku di wilayah Pengasinan, Rawalumbu.

PU yang masih di bawah umur tentunya masih mempunyai pemikiran yang labil, sehingga tidak mengerti apa yang telah ia perbuat. Sedangkan AT yang sudah dewasa dan berkeluarga sudah mengerti apa yang ia lakukan adalah salah.

D (43) Ayah korban menuturkan bahwa sebelumnya ia merasa curiga karena anaknya diketahui kos di wilayah Pengasinan. Anaknya tersebut mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia telah bekerja dan kos bersama temannya.

“Apa yang menimpa keluarga saya, yaitu anak saya yang mendapatkan kekerasan dan persetubuhan anak di bawah umur sudah masuk laporan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk mendapatkan proses hukum agar tidak terjadi lagi kepada generasi kita kedepannya” kata D.

Selain tindakan asusila, kekerasan fisik juga dialami oleh PU (15) oleh terduga pelaku. Terduga pelaku mengalami kekerasan selama 9 bulan ia mengenal korban.

“Kekerasan fisik sudah terlihat jelas dengan pemukulan yang terlihat jelas, bukti foto pun ada,” tambahnya.

Kekerasan terakhir dialami oleh korban PU pada Minggu 11 April 2021. Terduga pelaku dengan korban sudah saling mengenal bahkan terduga pelaku AT sudah pernah bertemu dengan orang tua korban.

“Ia betul ia anak salah satu anggota dewan kota Bekasi, saya tidak bicara politik hanya bicara terkait tindak pidana,” imbuhnya.

Ia sebelumnya tidak mengetahui bahwa terduga pelaku AT sudah menikah dan memiliki anak. Ia mengetahui identitas AT yang sebenarnya setelah terjadi pemukulan yang dialami anaknya.

Orang tua pelaku sempat menghubungi keluarga korban dan mendatangi rumah korban terkait permasalahan itu. Namun, dalam pertemuan itu tidak tercapai kata mufakat.

Orang tua korban merasa curiga karena dengan bekerja sebagai penjaga toko namun bisa kos. Ibu korban kemudian mencari tahu tentang kebenaran perkataan anaknya tersebut. Dari situlah ibu korban mengetahui bahwa korban yang masih di bawah umur telah menjalin hubungan dengan AT (21) yang telah berkeluarga.

Kali ini, Polres Metro Bekasi Kota tentu kembali menjadi sorotan terkait dengan penanganan kasus asusila yang melibatkan anak seorang anggota Dewan dari Fraksi Gerindra, setelah sebelumnya kasus dugaan asusila yang melibatkan lurah Pekayon Jaya bias.

Pada kasus itu, terduga pelaku terancam dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), Pasal 81 Ayat (2), pasal 82 Ayat (1) UU RI Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.