STIPI di Kampung Maghfirah Siapkan Generasi Unggul

Peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI) Maghfirah di Desa Tangkil Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor pada 30 November 2020 lalu. Foto: Dok

KABUPATEN BOGOR, HARNASNEWS.COM  – Jika Anda ingin melihat cikal bakal generasi Muslim yang unggul di masa depan maka Anda dapat melihatnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam Maghfirah (STIPI Maghfirah). Sebuah lembaga pengkaderan guru yang terletak di Kampung Maghfirah, Kampung Legok, Desa Tangkil, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Bukan hal yang berlebihan penilaian itu diberikan kepada STIPI Maghfirah. Konsep pendidikan yang disiapkan memang memungkinkan hadirnya para pemuda yang siap memegang peran-peran besar di tengah masyarakat pada masa yang akan datang.

Bisa dibilang konsepnya matang dan penuh perhitungan. Detail dan sangat ketat dalam target, namun suasana belajar tetap dibuat nyaman dalam setiap prosesnya.

STIPI Maghfirah adalah lembaga pengkaderan para guru. Lembaga pendidikan yang menyiapkan segala kebutuhan untuk memastikan para lulusannya kelak menjadi para pendidik berkarakter unggul.

Mengapa guru dan mengapa harus unggul?

Ini mungkin pertanyaan yang sempat terlintas di benak kita. Harus kita maklumi bahwa yang hilang dalam dunia pendidikan kita hari ini adalah “hilangnya” para guru di tengah anak didiknya. Secara fisik mereka hadir, tapi ruh mendidiknya tidak hadir. Formally mengajar tapi basicly hanya transfer informasi.

Padahal sesungguhnya peran guru yang kita harapkan adalah lebih daripada sekadar menginformasikan suatu ilmu. Tapi ia juga harus memastikan ilmu yang diberikan itu dilakukan sampai memberi manfaat untuk peserta didiknya sendiri dan tentu saja akhirnya memberi nilai manfaat untuk lingkungan sekitarnya.

DR. Ahmad Hatta, MA atau yang biasa disebut dengan Ustadz Hatta, bersama-sama dengan alumni haji dan umrah Maghfirah Travel mendirikan STIPI Maghfirah ini atas dasar komitmen kecintaan kepada Indonesia. Komitmennya untuk memberi sumbangsih terhadap kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Beliau memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melakukan perubahan pada generasi Muslim yang akan datang. Beliau berkesimpulan bahwa perubahan generasi tidak akan mungkin terjadi sampai hadirnya para pendidik generasi yang sengaja disiapkan untuk menjadi bagian dari misi perubahan ini.

Mari kita telisik lebih jauh tentang keunggulan dari STIPI Maghfirah.

1. Dibangun dengan motivasi memberi bukan menerima
Ya, lembaga pendidikan ini sejak awal motivasi pendiriannya adalah memberi. Motivasi ini menjadi penting, karena salah motivasi salah juga cara dan jalannya. Ust Hatta sebagai pendiri adalah seorang ulama yang ketat dalam masalah prinsip. Prinsipnya memberi dan bukan meminta. Meski demikian, beliau tetap terbuka jika ada yang ingin berkolaborasi dalam pencapaian misi dari STIPI Maghfirah ini.

Oleh karenanya, dalam konteks ini juga, hal yang patut diapresiasi sekaligus disyukuri dari STIPI Maghfirah adalah lembaga pendidikan ini berbeasiswa. Artinya, mereka yang belajar di sini tidak dipungut bayaran.

2. Semua berhak menjadi guru. Ini salah satu prinsip utama dari sekolah tinggi ini. Mengkader para pemuda bukan berdasarkan latar belakang sosialnya, tapi atas dasar komitmennya untuk menjadi pendidik. Artinya, siapa pun yang ingin menjadi pendidik maka ia berkesempatan dididik di Sekolah ini. Syaratnya, komitmen pada misinya yakni menjadi pendidik berkarakter unggul.

3. Fokus pada pembinaan. Pembinaan mental dan karakter adalah hal yang utama dilakukan oleh STIPI Maghfirah. Dari pembinaan inilah akan muncul cara pandang yang benar tentang peran asasinya sebagai manusia, yakni menjadi guru yang berdidikasi dan memberi nilai terbaik bagi peserta didiknya kelak.

Dari sini pula nanti akan hadir para pendidik yang berakhlak, para pendidik yang membimbing sekaligus teladan yang patut dicontoh oleh para peserta didiknya.

4. Dosen unggul asal luar negeri. Salah satu yang luar biasa, yang mungkin sulit dipenuhi oleh lembaga pendidikan yang semisal, adalah STIPI Maghfirah menyiapkan para Dosen unggul lulusan Doktoral yang berasal dari luar negeri, semisal Madinah, Yaman, dan Sudan.

Paling tidak, tersedia 5 dosen asal luar negeri yang tinggal bersama para Mahasantri di Kampung Maghfirah. Kehadiran para Dosen ulama ini tentu saja memberikan suasana pendidikan yang sangat kuat baik saat pendidikan formal maupun ketika di luar waktu belajar formal.

5. Lingkungan islami. Dari sinilah kemudian dengan sendirinya hadir lingkungan yang islami. Tidak ada bully. Tidak ada kalimat sumpah serapah, bahkan kalimat perintah pun bisa dibilang tidak ada. Semua menghadirkan suasana nyaman. Melakukan sesuatu dengan inisiatif bukan perintah.

6. Suasana pegunungan yang asri dan udara yang segar. Tempat belajar yang nyaman tentu saja sangat menunjang tercapainya target dari pendidikan. Di Kampung Maghfirah, tempat di mana STIPI Maghfirah berada, udaranya sangat sejuk, pemandangan Gunung Gede dan Pangrango tampak jelas jika suasana sedang cerah atau tidak sedang turun kabut. Kesejukan inilah yang membuat para peserta didik semakin nyaman dan fokus dalam belajarnya.

Saat ini, sudah lebih dari 250 peserta didik yang bersedia menjadi para guru ummat. Sebagiannya sudah mengajar di Sekolah Laboratorium Kampung Maghfirah, yakni MTs Maghfirah Islamic Boarding School (MTs MILBoS).

Tampak rasa puas dari para orangtua santri MTs MILBoS dengan cara dan hasil pengajaran dari para Guru lulusan STIPI Maghfirah. Tahun pertama, para walisantri mendapati anak-anak mereka (santri MTs MILBoS) berbicara bahasa Arab dengan lancar. Mereka dapati anak-anak mereka merasa nyaman berdiskusi dengan para gurunya. Bertahap namun pasti mereka dapati anak-anak mereka memiliki karakter unggul, semisal tidak suka melakukan sesuatu yang sia-sia, mengisi waktunya selalu dengan yang manfaat, tidak mudah meminta-minta, malu berbuat buruk, disiplin dalam mencapai target kebaikan, dan lain sebagainya.

Tentu saja, usaha yang baik ini akhirnya mengalirkan banyak dukungan dari masyarakat sekitar, khususnya alumni Jamaah Maghfirah Travel sebagai unit usaha yang dijalankan oleh Ustad Hatta dan dukungan dari para jamaah pengajian rutinnya yang berasal dari berbagai kalangan.

Akhirnya sampailah pada satu kesimpulan, Generasi Unggul hanya akan hadir dari para Pendidik yang Unggul. Dan STIPI Maghfirah sedang dan menuju jalan ke sana.
Semoga STIPI Maghfirah ini bisa jadi seperti sumur zamzam Bunda Siti Hajar yang airnya terus mengalir dan melepaskan dahaga milyaran orang berhaji dan umrah. Begitu juga dengan STIPI Maghfirah mudah mudahan bisa mengalirkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia sampai ke pelosok negeri yang dibawa oleh para guru-guru hebat alumninya. Sehingga mengalir pula pahala yang besar dan tidak putus-putusnya bagi semua orang yang telah menyumbangkan harta, tenaga dan pikiran untuk pesantren mahasiswa ini.

Semoga Allah jadikan kita termasuk yang ikut berkontribusi menghadirkan para generasi unggul dari ummat ini. Aamiin Allahumma aamiin. (Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.