PD Pasar Jaya Siapkan Stok Pangan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020

JAKARTA, Harnasnews.com-Perayaan natal dan momen penutupan tahun 2020 diyakini akan mempengaruhi kebutuhan pangan
di masyarakat. Sehingga perlu dilakukan antisipasi penyediaan sejumlah komoditi yang dinilai rentan mengalami kenaikan harga.

Seperti tahun sebelumnya, Perumda Pasar Jaya menyiapkan antisipasi, sehingga tidak ada gejolak harga khususnya di pasar tradisional.

“Tak hanya itu, penyiapan kebutuhan juga dilakukan di seluruh gerai pangan yang dikelola oleh Pasar Jaya. Untuk mengantisipasi kenaikan harga daging juga Pasar Jaya telah membangun sejumlah mesin CAS di pasar-pasar yang ada di Jakarta. Sehingga sejumlah kebutuhan pokok sudah bisa dilakukan penyimpanan sejak jauh hari,” ujar Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/12).

Data yang diterima Harnasnews.com, Pasar Jaya saat ini sudah memiliki 4 Jakgrosir sebagai induk pusat distribusi pangan di Jakarta. Jakgrosir tersebut ada di Pasar Induk Kramat Jati, Kedoya, Walang Baru dan satu di Pulau Seribu.

Keberadaan Jakgrosir didukung oleh gerai retail di bawahnya sebagai tempat penyaluran komoditi pangan tersebut. Rencananya menyusul pembangunan Jakgrosir di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.Khusus untuk cold storage sendiri juga sudah disiapkan di sejumlah pasar.

“Sehingga kebutuhan pangan daging beku juga bisa distok dari awal. Perlu diketahui komoditi daging adalah salah satu komoditi yang cenderung mengalami lonjakan harga setiap hari
besar keagamaan dan tahun baru.
Waktu pelaksanaan penjualan produk pangan ini sendiri berlangsung sejak 8 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2020,” bebernya.

Menyambut Natal dan Tahun Baru, harga promo juga sudah disiapkan untuk para pelaku usaha yang tegabung dalam Jakprenur. Lokasi pelaksanaan adalah Jakgrosir Induk Kramat Jati, Jakgrosir Tidung Kecil, Jakgrosir Walang Baru, Jakgrosir Kedoya, Jakmart Asam Reges, Jakmart Fish Angke, Gerai Cupang, Jakmart Glodok, Gerai Kamal, Gerai Semanan, Jakmart Marhamas, Gerai Rawa Lele, Gerai Siduck, Jakmart Pramuka, Jakmart Rawa Bening, Jakmart Sunan Giri, Jakmart Duren Sawit, Gerai KGN, Gerai SPSI Cakung, Gerai FSPMI Cakung, Gerai Sri Gunting Walikota Jakarta Pusat, Jakmart Cikini, Jakmart Pasar Baru dan Jakmart Balaikota.

Lokasi berikutnya Jakmart Tanah Abang, Jakmart Jakarta Pusat, Jakmart Thamrin 10, Jakmart Alaydrus, Jakmart Inpari, Pasar Grogol, Pasar Pelita, Kelurahan Marunda, Pasar
Tomang, Pasar Rawa Badak, Pasar Kramat Jati, Pasar Perumnas Klender, Pasar Cempaka Putih, Pasar Johar Baru, Pasar Mayestik, Kecamatan Jagakarsa, Kecamatan Pancoran, Pasar PSPT dan Kecamatan Pasar Minggu.

Adapun beberapa komoditi yang disiapkan stoknya menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal 2020 dan tahun baru 2021 hingga Desember ini adalah:

  1. Beras (529.710 KG)
  2. Gula (13.500 Kg)
  3. Tepung (169.125 Kg)
  4. Minyak (2 liter 169.125 item dan 1 liter 2.500 item)
  5. Ayam (3.500 Kg),
  6. Sapi (2.500Kg)
  7. Kerbau (1.255 Kg)
  8. Bawang merah (26.000 Kg)
    Untuk harga yang akan diterima masyarakat komoditi
  9. minyak goreng seharga 24.000 per dua liter
  10. Tepung seharga 8.000 perkg
  11. Bawang Merah seharga 35.000 perkgnya
  12. Beras seharga 60.000 perlimakgnya
  13. Daging cl85 seharga 80.000 perkgnya
  14. Daging Kerbau 65.000 perkgnya
  15. Daging ayam seharga 27.000 perekor
  16. Gula 12.500 perkgnya.

Seperti diketahui, setiap tahunnya Pasar Jaya bekerjasama dengan BUMD pangan lainnya dan juga Bank Indonesia sebagai ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan skema
penangganan pangan agar harga tidak melambung tinggi. Karena itulah sinergi secara keseluruhan diperlukan agar kondisi pangan Jakarta tetap terjaga harganya dan ketersediaan produknya cukup.

Mengutip data dari BPS DKI Jakarta Selama Januari-Desember tahun 2019 inflasi di DKI Jakarta mencapai 3,23 persen, lebih rendah dari inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,27 persen.

Selain itu dari pendataan yang dilakukan oleh Bappeda DKI sepanjang tahun 2020 adalah Laju inflasi DKI Jakarta dari Januari –September 2020 mencapai 1,05% dan pada bulan September 2020 terjadi inflasi sebesar 0,02% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) semula 105,37 menjadi 105,39.

Kondisi ini dikarenakan adanya kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan harga terbesar dan memberikan dampak inflasi di DKI Jakarta yaitu kelompok pendidikan dengan nilai inflasi sebesar 1,88%.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.