iklan

Garda Republik : Plesiran Ke Labuan Bajo DPRD Kabupaten Bogor Menyakiti Hati Rakyat Cigombong

 

Komisi II DPRD Kabupaten Bogor dalam kegiatan upaya mendorong program UMKM beberapa waktu lalu yang saat ini banjir kritikan berbagai kalangan karena diduga plesiran ke Labuan Bajo ditengah Pandemi Covid-19. Foto : Dok

KABUPATEN BOGOR ( HARNASNEWS.COM )  – Kabar sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor yang melakukan kunjungan alias plesiran ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendapat reaksi berbagai kalangan karena dianggap menyakiti perasaan rakyat yang saat ini terbatasi aktivitasnya ditengah pandemi. Alhasil, keberangkatan para wakil rakyat Bumi Tegar Beriman ke wilayah yang terkenal pantainya itu pun banjir kritikan.

Direktur LSM Garda Republik, Rahmat Kartolo menilai kunjungan komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu sangat menyakiti perasaan publik karena dilaksanakan saat aktivitas masyarakat dibatasi kebijakan pemerintah berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

” Apapun alasannya, kunjungan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor ke Labuan Bajo akan menyakiti perasaan rakyat. Ditengah pandemi saat ini, sebaiknya para wakil rakyat bisa menjaga perasaan rakyat yang harus bertahan hidup dalam segala keterbatasan,” ujarnya saat ditemui di MNC Lido City, Kamis (18/03/2021).

Terlebih, kata dia lagi, jika kunjungan tersebut dalam kaitan kunjungan kerja sebagai anggota DPRD yang artinya segala pembiayaan yang timbul didanai duit hasil pajak rakyat. Persoalan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui program UMKM dan padat karya, menjadi prioritas utama bagi wakil rakyat dibanding kunjungan atau plesiran ke Labuan Bajo.

” Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat saat ini harus jadi skala prioritas sehingga butuh campur tangan serta pengawasan dari DPRD sebagai wakil rakyat, bukan plesiran ke Labuan Bajo,” imbuhnya.

Senada dilontarkan, Koordinator Center For Budget Analysis (CBA) Bogor, Jajang Nurjaman. Ia pun turut mengecam sikap Komisi II DPRD Kabupaten Bogor yang diduga plesiran ke Labuan Bajo. Apalagi kalau Plesiran itu masuk program kegiatan DPRD tahun 2021.

” Hal ini sangat bertentangan dengan citra DPRD Kabupaten Bogor, yang selama ini kepada publik gembar-gembor paling peduli ke masyarakat ditengah pandemi Covid-19,” ucap Jajang.

Terkait Plesiran ke Labuan Bajo, Jajang menambahkan, DPRD Kabupaten Bogor khususnya Komisi II harus menjelaskan kepada publik dengan transparan terkait program dan kegiatan apa serta berapa anggarannya, dan siapa saja yang menjalankannya serta tujuan dari kegiatan tersebut.

” Harus disampaikan kepada publik secara transparan, karena rakyat berhak mengetahui semua kegiatan atau kinerja para wakilnya di DPRD,” jelasnya.

Seperti ramai diberitakan sejumlah media, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid tidak menampik maupun membenarkan keberangkatan mereka ke daerah wisata yang terkenal dengan keindahan pantainya itu.

Ke ketua komisi ya,” kata Lukman saat ditanyakan soal agenda kunjungan ke Labuan Bajo melalui pesan singkat, pada Rabu (18/3).

Hal senada pun dengan anggota Komisi II lainnya, Usep Saepulloh. Dia mengaku bahwa hari Kamis ini, harus menghadiri sebuah acara di Bogor. Sementara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Leo Hananto Wibowo, tidak menjawab saat dihubungi lewat telepon maupun pesan singkat.

“Coba konfirmasi sama pimpinan komisi II ya,” kata Usep yang merupakan politisi PAN. (RFS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.