Kerja Keras Ikhlas dan Tuntas,Empat Sekolah Negeri Surabaya Raih Penghargaan Adiwiyata

Surabaya,Harnasnews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menggelar acara penyerahan serta Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2018 di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta.

Menurutnya, program Adiwiyata sangat dibutuhkan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Karena dinilai peduli lingkungan, empat sekolah negeri di Surabaya meraih penghargaan Adiwiyata tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Penyerahan penghargaan dilakukan di Jakarta.

Berdasar data Kementerian LHK, tahun ini ada 279 sekolah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Sementara 117 sekolah berhasil mendapat predikat sekolah Adiwiyata Mandiri. Dari jumlah tersebut, tiga sekolah negeri di Kota Surabaya meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dan satu sekolah negeri meraih Adiwiyata Nasional.

Peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri adalah SMPN 9 Surabaya, SMPN 35 Surabaya, dan SDN Sememi 1 Surabaya. Sedangkan peraih penghargaan Adiwiyata Nasional adalah SMPN 8 Surabaya. Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan khusus bagi sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang mendapatkan Adiwiyata kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.

Kepala SMPN 9 Surabaya Yulia Krisnawati mengatakan, penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diraih sekolah tak lepas dari kerja sama solid seluruh warga sekolah serta paguyuban orang tua dalam mengawal proses pencapaian Adiwiyata Mandiri.

“Tenaga, pikiran, maupun materi telah kami curahkan dalam rangka pembenahan lingkungan sekolah agar layak sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri,” kata Yulia saat dikonfirmasi, Senin (24/12/2018).

Yulia menjelaskan, kerja keras itu dilakukan dengan ikhlas dan tuntas. Sehingga, saat ada revisi beberapa kali dokumen-dokumen utama dan pendukung, pihaknya tetap semangat mengerjakan.

Kepala SMPN 8 Surabaya Sukarjo menambahkan, SMPN 8 telah lolos Adiwiyata tingkat kota pada tahun 2014, kemudian lolos tingkat provinsi tahun 2016, dan tahun 2018 ini lolos ke Adiwiyata Nasional. “Kami masih punya target semoga maksimal 2020 kami bisa lolos menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri,” tegasnya.

Sukarjo kemudian membeberkan kiat-kiat menjadi sekolah Adiwiyata Nasional. “Kiat kami adalah berkomitmen dengan warga sekolah, baik itu siswa, guru, karyawan, dan orang tua untuk berbudaya bersih untuk menuju sekolah Adiwiyata. Di samping itu kami juga melakukan pendekatan  personal,” katanya.[PUL]

Leave A Reply

Your email address will not be published.